Luna Lovegood inside. Noda Megumi outside.

Senin, 13 September 2010

Niechan no sensei

Percaya deh dengan kata2 bahwa kalo kita ga suka sama gurunya,,, maka sebaik apapun pelajaran yg disampaikan, u cant get the point. Apalagi kalo lo melihat bahwa perbuatannya ga sinkron ma kata2nya. Halahhhh,,, udah lah itu semua ilmu bakal ke laut aja.
Alam bawah sadar lo langsung memblok semua kata2nya. Kagak pake masuk kuping kanan, keluar kuping kiri. Tapi langsung mental dari kuping kanan.

Gw mendengar beliau mengajarkan hal tsb berkali-kali,, dengan sangat sistematik,,, dan karena gw lumayan pinter u/ ukuran cewek ga normal maka gw sangat memahami maksudnya. Tapi percaya deh, akal ga sehat gw scra refleks menolak semua ilmu dari beliau.

"Prosedurnya sudah spt itu sejak dulu, tapi knpa skrg penerapannya menyimpang?"
Siapa yg bilang penerapannya SEKARANG menyimpang. Its been happened for longgggg,,,longgggg,,, time ago. Beliau aja yg ga sadar & baru mengklaim kesalahan itu BARU TERJADI SEKARANG disaat beliau udah ga bertanggung jawab lg. Perlu diulang ttg solubility yg udah dilakukan slma berabad2 di depan matanya?

"Dulu Cleaning Validasi tidak pernah terlewat"
Emang siapa itu yg meng-close FIR & CC th 2007??? Kak Leni, Mas Bambang & mbak Nina!!! Mereka bertiga bahkan yg berusaha meng-close corrective action yg terlewat yg harusnya sudah dilakukan sblm mereka bertiga di QA. (?????????????????????????????????????????????????????????????)
Everything seems perfect at skin,,, but the actual is bulshit.

"Coba deh kalo semua orang paham benar dengan tugasnya masing2,,, kita akan sll siap di audit?"
Siapa ya dulu yg pas auditornya di-split trus dia kewalahan menghadapi pertanyaan2 ttg produksi krn expertnya di QC?

"Makanya, spt saya bilang, kalo nia ke produksi itu bukan WINDOW SHOPPING, tapi IPC"
Yg ini kebangetan ni. Gw ga window shopping kok,,,, GW PACARAN DI PRODUKSI!!!!
GW BUKAN WINDOW SHOPPING,,,,, BUKAN PLANT TOUR,,, GW PACARAN!!!!!!


Tapi stlh gw cukup puas merutuki kebodohan gw yg dulu pernah terpesona olehnya (hiyyyaaahhhhh),
gw akhirnya menyadarkan diri gw bahwa:

1. It's not about himself. Its about our team. Ga peduli apapun yg beliau bilang. Gw masih punya bu Rica yg tetap menyemangati,,, ada mbak Nina yg sll mengingatkan kesalahan gw (dengan cara yg lebih bijak),,, ada kak Leni yg meski tampangnya jutek tapi hatinya baik,,, ada mas Bambang yg sll setia jd tempat curhat & helpfull,,, ada mbak asih, mbak dyah, mbak ochie,wiwin, bu ary, viden, mba amie, mas yusup, etc yg meski gw teror setiap saat tapi tetep mau nyediain vial2 & botol2 u/ validasi & cleaning validasi =),,, ada pak yulia yg santai tapi mau menerima saran dari anak baru ky gw,,, ada bu pipit yg helpfull,,, ada pak buchori, mas ian & all crew produksi yg meski udah saya teror2 tetep nemenin saya validasi =),,, ada mbak lia, pak joko & kru packaging lainnya ,,, dan tim kami lainnya.
Let me say, its none of ur bussiness (terlalu kasar ga si?),, this is not only of ur project,, this is our project. We can make it!!! Jangan marah2 sendiri dulu lah,,, apalagi di depan auditor (Mr.Najib Jabri,,, could u please repeat ur previous statement, about dont arguing in front of auditors, to him?)

2. Mencoba menjadikan diri gw sbg cangkir kosong yg siap menerma ilmu dari manapun,, bahkan dari orang yg tidak kita suka. Kata orang,,, kebaikan tetaplah kebaikan,, bahkan meski datang dari seorang pembunuh. Dont judge from who talk it,,, but from what he talks about.
Karena bagaimanapun menyebalkannya beliau,,, semua yg dikatakannya adalah ilmu yang benar, baik & berharga,,, yang sangat sayang jika ga gw serap hanya krn gw sebal sama beliau.

3. Its none of his bussiness.I'm who responsible to control myself feelings. Gw lah yg harus mengontrol akal sehat gw,,, jangan sampe ikutan ga waras. Gw yg bertanggung jawab pada kewarasan gw,,, ga peduli dia meragukan apakah gw di produksi itu IPC beneran atw MAIN SOLITAIR atw PACARAN.

So, thanks to you, my sensei,,, for teaching me not only about cGMP, but also about managing my emotion when i have to face person who emotionally unstable.

Please Allah,,, let me learn more & more from him, eventhough i hate him. Karena sesungguhnya semua ilmu itu hanya milik Allah,, meski dialah perantaranya.

Pelajaran Moral no. 3 : Do not believe in anyone.

Do not believe in anyone,, just believe in Allah.
Ni kata2 kesannya kok rada religi, tapi rada nyeleneh ya?
Tapi percaya deh,,, ini adalah kata2 sakti yg harus kita pelajari.

Kenapa kita ga boleh percaya pada siapapun?
1. Karena orang yg kita percaya, mungkin saja ga bisa dipercaya.
2. Karena kalaupun dia orang yg bisa menjaga rahasia, mungkin saja suatu saat kita berkonflik dengan orang itu,,, dan karena orang itu lg kesal, dia malah membocorkan rahasia yg kita percayakan kpdnya.
3. Karena tll mempercayai orang akan membuat kita lengah.

Prinsip ini patut diterapkan di dunia kerja. Terutama buat gw yg bekerja sbg QA Inspector, haram hukumnya mempercayai siapapun. Gw justru harus berprinsip ga percaya pada apapun yg dikatakan orang kecuali gw melihat bukti tertulis (Ingat kata pak Marno pas kita kuliah AnFar: Prinsip GMP adalah "Tulis semua yg kamu lakukan & lakukan semua yg tertulis). Hahahaa... Ribet banget ga si ni kerjaan gw, sementara gw sebenernya orang yg simple. Gara2 prinsip baru hidup gw inilah yg bikin gw dimusuhin orang2 produksi. hehehe.

Hukum ini terutama perlu diterapkan di dunia kerja, dan bukannya di dunia pertemanan.
Tapi gimana dgn teman2 kita di dunia kerja?

Oke, gw udah mengamati banyak teman2 sekerja gw slma 1 thn ini. Dan percaya deh,,, lo ga pernah bisa bener2 mempercayai seseorang di dunia kerja. Gw melihat banyak orang yg saling memuji di depan temannya, tapi saling membicarakan di belakangnya. Gw melihat orang2 yg akrab berteman, tapi saling iri di belakang. Orang2 yg sebenarnya menentang, tapi pura2 setuju & bahkan memuji.
Ck,,,ck,, ck,, bikin gw geleng2 kepala.

It doesnt mean that if u dont agree w/ someone then u can create conflict w/ him/her.
Kita tetap bisa bekerja sama dengan baik & saling ramah sesama rekan kerja kok. Tapi ga usahlah sok2 memuji padahal di belakang mengumpat. Sok2 setuju padahal menentang. Sok2 berteman padahal menikam.
Kita justru harus mengembangkan sikap toleran. Di saat kita kurang setuju, ungkapkanlah, meski kita juga harus berlapang dada jika protes kita ga diterima.
Saat kita ga suka dgn seseorang,,,lebih baik menjaga hubungan yg netral ketimbang sok2 berbaik2 padahal saling mengumpat di belakang.

Sekali lg, ini bukan berarti gw ga pernah ngedumel ya. Gw juga pernah merasakan ketidak setujuan. Tapi mngkin krn gw orang yg ekstrovert, ketidak setujuan itu pasti akan langsung nampak. Meski kadang gw ga tll berani u/ secara frontal menentang, setidaknya gw tidak sok memuji padahal menghujat.

Gw menceritakan ini juga bukan berarti kita jadi ga bebas ngobrol2 ma rekan kerja, tho? Seperti semua orang tahu, gw adl orang yg ekstrovert. Semua orang akan lgsg tahu kalo gw lg senang/ sebal. gw juga ga keberatan berbagi cerita kalo melihat cowok ganteng di kantor (kalo dipikir2 lagi,,, emang beneran ada cowok ganteng di kantor ya? hehehe), karena hal itu bukan hal2 krusial yg bisa berbalik spt bumerang bg gw. Ttapi gw sll tahu u/ berhati2 agar rahasia2 plg pribadi gw ga diketaui orang lain. Karena spt gw bilang tadi, gw ga pernah bisa benar2 mempercayakan apapun pada orang lain.

Beda kasus dengan rahasia yg diketahui sahabat2 dekat gw. Gw membiarkan mereka tahu bbrp rahasia gw. Dan sahabat2 gw ini ga sekantor dgn gw,,, gw lebih bisa mempercayai mereka. It's because there are no conflict of interest between us. Selama kami berbeda kantor,,, tidak ada kepentingan bagi mereka u/ menjatuhkan gw & menghancurkan karir gw. Selain itu kepercayaan diantara kami sudah dibangun slma bertahun2.

Apa yg terjadi kalo lo lg pengen banget curhat sesuatu yg sangat pribadi pd seseorang,,, tapi sahabat kepercayaan lo sedang tidak ada? tetap jangan pernah curhat masalah yg sangat pribadi pada teman kerja lo! Percaya deh,,, jangan pernah 100% percaya.
Disinilah kita menemukan arti Tuhan. Disaat ga ada orang yg benar2 bisa kita percaya yg bisa menampung keluh kesah kita,,, bukankah Allah sll ada?
Saat kita curhat dan hanya mendapat pendengar setia,,, Allah tidak hanya bisa mendengar, tapi juga mempertemukan kita pada jalan keluar masalah kita.
Saat bahkan teman kepercayaan bisa menghianati kita & membuka aib kita,,, rahasia kita justru dijaga oleh Allah.

Kata ibu gw, bahakan jangan pernah mempercayakan 100 % pada suami/ istri kita sendiri.
Bercerita pada orang tua, mungkin adalah pilihan yg paling bijak setelah curhat kpd Allah.
Karena orang tua ga akan menhianati kita. Kalo kita salah, mereka langsung ga setuju & segera mengkoreksi. Kalo kita benar, mereka akan memuji dengan tulus.
kalo dipikir2 lagi, ngapain curhat pada orang lain kalo kita punya Allah & orang tua?

PS: ini ga berlaku soal curhatan ttg gebetan ya. Gw lebih suka curhat ttg gebetan ma sahabat gw soalnya. Bokap gw suka senewen kl gw udah mulai ngomongin ttg cowok. Kata beliau "Kalo udah bisa manjat genteng, baru boleh dibawa ke rumah". Hahaha. Bokap gw mulai kena sindrom Bapak2 yg takut kehilangan anak gadisnya. Padahal gw blm pny pacar juga tu =)

Love Letter

Ohayo onii-san,
Apa kabar, kasih?
Bukankah wajahmu tetap cerah meski langit mendung?
Pasti kau melihat hujan bagai simfoni menyegarkan.

Pagi, cinta.

Bukankah kau sudah sholat dhuha pagi ini?
Betapapun sibuknya ritme kerjamu?

Angeyon haseyo, oppa,

Makan sianglah dulu meski jadwalmu padat.
Sudahkah sholat dzuhur?
Bukankah Tuhanmu lebih penting daripada bos-mu?

Night, my love.

Jangan bilang kau belum di rumah.
Apalah gunanya semua itu jika kau sakit.
Apalah gunanya itu jika kita tak bisa bertemu.

My dear, sudahkah kau akan tidur?

Pergilah sebentar ke balkon kamarmu.
Aku sedang melihat bulan yg sama dengan bulan yg kau lihat.
Apa disana bisa kau bayangkan diriku?
Karena aku sll bisa membayangkanmu.

Dan jika nanti kau bangun di tengah malam.

Ingatlah aku dalam sekelumit doamu.
Karena begitupun denganku.
Agar Tuhan mempertemukan kita dengan cara yg indah.

My lovely future husband,

Bilakah aku bisa memanggilmu "Ayah" ?

Four-Season-Love

Suatu masa di musim panas,
Diantara sinar matahari yang menyilaukan,
Sekilas kulihat kilau matamu.

Suatu saat di musim gugur,
Diantara daun-daun kuning yang berguguran,
Kulihat semangatmu yang tak pernah gugur.

Suatu hari di musim dingin,
Senyummu menghangatkan duniaku.
Meski sempat kulihat air mata itu,,,
Tak pernah hilang ketegaran itu.

Suatu ketika di musim semi,
Tak pernah kulihat sakura seindah dirimu,
Dan semilir angin semerdu suaramu,
Ketika akhirnya kau menyapaku

Pertanyaan Wajib No. 1 : KAPAN?

Nia 20 tahun yg lalu:
Ihhhh,,, lucunya nia,,,, kapan mulai sekolah?

Nia 10 tahun yg lalu:
Wah, udah gede. Kapan ngajak pacarnya kesini?

Nia 5 tahun yg lalu:
Udah kuliah ya? Kapan lulus?

Nia sekarang:
Kapan nikah?

Hiyyyaaahhhh,,,
Ini ni pertanyaan wajib no. 1 yg diajukan orang2 belakangan ini.
Setiap gw dateng ke nikahan teman, pasti ditanya: "Kapan nyusul?" --> emang balapan mobil, saling menyusul?
Kalo ada acara keluarga, ada aja tante gw yg nanya "Kapan pacarnya mo diajak?" --> emang gw udah pernah pny pacar?

Tante2 gw juga biasa menanyakan hal ini, secara semua sepupu seangkatan gw udah pada nikah. Ada satu sepupu lg yg belom nikah, tapi dia tetep bisa ngeledekin gw "At least gw udah punya pacar, Ni,,, daripada lo?". Hahaha (ketawa napsu).

Anehnya, pertanyaan ini tidak diajukan oleh keluarga gw.

Ibu gw adem ayem.

Adek gw malah senang gw blm pny pacar. "Jadi kalo gw ditanya knp blm pny pacar juga, gw bisa bilang bahwa gw nungguin mba nia. hahaha". Sial, gw dijadiin tameng!

Bapak gw malah keliatan irritated kalo gw mulai ngomongin cowok ganteng di kantor (kalo dipikir2 lg, emang ada cowok ganteng di kantor ya? ). hahaha. Berasa belom siap kehilangan anak gadisnya yg manis ini ni.

Gw jadi mikir:
1. Emang seumur gw harusnya udah nikah ya? Gw kan baru 20 tahun. Lagian ibu gw nikah umur 31 tahun aja nyantai2 aja tu. Hahaha (ketawa ga jelas)

2. Emang kalo mo nikah harus pacaran dulu ya? Ga bisa langsung lamaran aja ya? Hahaha (ketawa ngarep).

3. Emang pertanyaannya ga bisa diganti dari "Kapan nikah?" menjadi "Kapan jadi istri direktur?". Hahaha (ketawa menghayal)

4. Emang kapan ya gw bisa nikah kalo kerjaan gw sehari-hari pergi-pagi-pulang-petang-pinggang-pinggul-pegal-pegal sampe ga sempet gaul? Hahaha (ketawa miris)


Well, being twenty something is quite hard ya. hahaha (ketawa sinting).

Salary Zombie

Seru kan judulnya?
Ini title programnya Mario Teguh Golden Ways hari ini ni.

Beberapa kata yg menghantam pikiran gw,,, dan gw rasa perlu kita renungi bersama:

1. Ada orang2 yg kebahagiannya ditentukan oleh seberapa besar gajinya,,, atau pada tanggal brp dia ditanya. hahaha.

2. Ada orang yg meminta digaji lebih besar, padahal kontribusinya tidak sebesar itu kpd perusahaan.
Ada orang yg minta dinaikkan gaji, padahal kinerjanya tidak membuat dia pantas digaji besar.

3. Ada orang yg tidak terima digaji kecil, tapi tidak beralih dari tempatnya.

4. Ada pemuda2 yg rela digaji kecil hanya karena mengharap uang pensiun. Kenapa tidak mempersiapkan diri u/ pensiun sedini mungkin?

5. There's nonsense "Work smart rather than work hard",,, Be smart & work hard!

Hahaha... Kata2 yg menohok & membuat gw mikir,,, dan mikir,,,, dan mulai memutuskan.

So looks like my first love

I knew since the first time i saw him,
He's duplicating my first love.
Why, God, he is so alike him?

He is 90% like him + 10 % eyeglasses = 100% my type.
I melt on his sweet smile,
when i hear his soft voice,
see his calm figure,
look at into his deeply eyes beyond the glasses.

Oh God, I can not think clearly near to him.
All i want to do is just look at his face.

When i see him in his red jacket,
Why does he so looks like my lovely Chen Ling?
I must be crazy on him.

He turn my world & memories upside down.
Remembering me to that feelings i had 10 years ago.

I can hardly breath everytime i see him.
Dear Allah,,, i can control myself no longer,,,
Why do You bring this memory through this prince charming?
Then why should he is just a kid????