Luna Lovegood inside. Noda Megumi outside.

Kamis, 01 September 2011

You Jump, I Jump (2) : M2M , Me & Mantan

Jadi, karena proyek "You Jump, I Jump" antara saya dan Ambar, akhirnya saya menulis note ini. Oke, sedikit dijelaskan bahwa sejak seminggu yg lalu, diawali dgn pembicaraan kita soal Islam dan Rasulullah, akhirnya kami memutuskan untuk memulai proyek "You Jump, I Jump" ini. Secara ringkas, proyek ini didefinisikan sebagai proyek gabungan saya dan ambar dalam membahas suatu topik tertentu setiap minggunya, untuk saling tukar ide dan pendapat tentang suatu topik tertentu, yang tidak harus sama, namun serupa.

Nah, pagi ini Ambar mencolek2 saya dan mengatakan bahwa topik hari ini adalah tentang obrolan lebaran dengan mantan. Oke, jadi inilah yang ditulis Ambar: http://ambareetabercerita.wordpress.com/2011/09/02/a-little-something-something-2/

Nah, oleh karena itu saya akan menulis topik serupa.
Oke, jangan tanya! Saya emang ga punya mantan pacar,, tp setidaknya saya pernah menyukai seseorang. Nah, jadi saya menceritakan perbincangan kami saat lebaran kemarin yah.

Sebutlah saya dan si Aa' ini jaman dahulu kala pernah memiliki "hubungan tak terkatakan",,, lets say "HTS" ,,, nggak pernah pacaran tapi saling tahu bahwa kami saling menyukai. Tapi ketika akhirnya kami makin dewasa dan makin menyadari bahwa "penghalang" diantara kami ini mustahil ditembus, kami dengan kesepakatan-tak-terkatakan memutuskan untuk mengambil jalan masing-masing. Menyelesaikan sesuatu yang bahkan tidak pernah dimulai.

MOVE ON!

Dan disinilah kami sekarang.  Dia sudah menikah setahun lalu. Dan saya sudah menemukan impian saya, menjadi guru.
Kami masih saling berkirim kabar, SMS atau telfon, meski ga sesering dulu. Dan kemarin itu saat lebaran, dia telpon saya. Setelah maaf-maafan, kami mulai ngobrol ngalor-ngidul.

Saya: Nggak pulang ke Jkt, A'? (keluarganya di Jkt dan dia bekerja di Sumatra)

Dia : Tahun ini nggak bisa, Ni.  Istriku hampir melahirkan. HPL-nya 20 september. (eh, si ambar kan 19 sept ya Mbar? hoho)

Saya: Hoo,, sebentar lagi ya?

Dia : Iya, makanya nggak berani pergi2 jauh.

Saya: Perkiraannya, laki2 atau perempuan, A'?

Dia : Laki-laki, Ni.

Saya : Wah, selamat ya A'. Semoga lancar ya persalinannya. Salam buat si Teteh (istrinya si Aa' maksudnya).

Dia : Nanti aku kabarin ke Tante nia kalo si adek udah lahir.

Saya: Hidiiihhh,, knpa dipanggil "tante"? Saya maunya dipanggil "teteh". Hahaha. (efek bergaul sama ABG, jd berasa muda mulu, lupa umur)

Dia : Dasaaarrr! Jitak nih.

SIIIIINNNNGGGG *trus tiba2 dia terdiam agak lama*

Dia : Pasti nanti si adek mirip kamu, Ni.

Saya: Lho? Kok? Dia laki2, saya perempuan. Mirip apanya? Lagian, kalo beneran mirip saya, nanti emaknya bingung lho. Hahaha

Dia : Ah, kamu kan juga kaya cowok. (trus dia ketawa ngeledek. saya manyun di seberang telpon)

 SIIIIINNNNGGGG (ealaaahhh,, dia diem lagi)

Dia : Dia pasti mirip kamu, Ni. Seorang virgo yang perfeksionis dan cerewet.

Saya: Hah?! (kenapa coba yg diinget adl bagian "cerewet"nya?)

Dia : Dan pintar luar biasa.

Saya langsung putar otak supaya nggak terkesan bahwa saya sedang meleleh.

Saya : Tapi hati-hati A' ,,, jangan sampai bandel dan susah diatur juga kayak saya. (dan saya berusaha menertawakan diri sendiri supaya dia nggak tahu bahwa saya lg GR berat)

Dia : Aku berharap dia spt kamu nanti.

AAARRGGGHHH. Uwoppppooooo Ikiiii?????
Ya Allah, hamba berlindung kepadaMu dari godaan suami orang seperti ini.

 Jadi setelah itu saya segera mengalihkan pembicaraan seputar kue-kue lebaran yang dibikin istrinya di rumah. Tentang masakan apa yang ada di rumahnya dan di rumah saya.

Dia : Lho, Ibu (ibu saya maksudnya) nggak bikin ketupat, Ni?

Saya: Nggak, A'. Males bikin ketupat, masaknya lama. Udah heboh duluan bikin sayur dan lauknya.

Dia : Oiya, Ibumu kan paling males bikin ketupat ya? Hahaha. Inget nggak? Dulu kan Ibuku biasa masakin ketupat buat keluargamu, dan Ibumu balas masakin semur daging buat keluargaku.

Saya ketawa. Padahal dalam hati menjerit. Kenapa pula mesti mengingat-ingat masa lalu siiihhh????

Tapi cerita yang sudah selesai, sudah selesai kan? Waktu sebuah buku sudah ditulis, kau tidak bisa mengubahnya lagi kan? Yang bisa kau lakukan hanya membacanya kembali dan mengambil pelajaran darinya ... atau mengambil kenangan yang membeku di dalamnya.

2 komentar:

  1. Hualaaahhh... mbak Nia masih mending kalo akhirnya gini. Lah kemaren niat maaf2an sama HTS an jaman dulu yang ada malah perang......... Parah. Minal aidzin wal faidzin

    BalasHapus
  2. huaduh,,, kok??? kayanya seru tuh *lho?? hohoho.
    Maafkan daku jg ya mbae

    BalasHapus